Kisah Dan cinta Islam

Minggu, 19 Juni 2016

Subhanallah...!!!! Ternyata Ini Bedanya Ibadah Gus Dur dengan Ibadah Orang Awam seperti Kita yang Ternyata..

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({}); (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Salah satu pengetahuan agama yang hampir tak pernah disinggung beberapa ustadz di TV serta sinetron khusus ramadhan, tak tahu karena benar-benar tidak paham atau apa, ialah… Beribadah yang berbentuk sosial tambah lebih utama dari pada ibadah yang berbentuk individu…

Maka dari itu saya kerap bilang bila sholat tarawih, one day one juz, serta semacamnya, yang bersifat ibadah individual, itu umum saja. Tak istimewa.

Istimewa adalah… Saat anda dapat rajin beribadah yang berbentuk individu sesudah lakukan ibadah yang berbentuk sosial. Salah adalah… Ketika anda begitu rajin beribadah yang berbentuk individu namun mengabaikan ibadah yang berbentuk sosial. Berikut mengapa barokah untuk bangsa Indonesia tak pernah turun dari langit. Senantiasa tertahan.

Hasilnya ya cuma seperti ini. Bangsa yang mayoritasnya yaitu umat Islam, namun korupsi telah rata di semuanya lini, serta kesenjangan sosial ada dimana-mana. Seperti tak ada agama Islam di Indonesia.

Sebab apa? Barokah untuk bangsa Indonesia selalu tertahan diantara langit serta bumi.
Jumlah orang yang rajin beribadah di Indonesia itu sangat banyak, namun sedikit yang bisa ridha Allah. Sebab apa? Sebab beribadah yang bebrapa begitu banyak itu masihlah mengandung unsur keegoisan diri.

“Pokoknya saya masuk surga, istriku berjilbab, saya berbuka puasa gunakan kurma madinah yang mahal, saya dapat one day one juz, saya, saya, serta aku… Pokoknya serba saya! ”

Istimewa adalah… Saat anda dapat rajin beribadah yang berbentuk individu sesudah lakukan beribadah yang
berbentuk sosial. Saya tak anti sholat tarawih serta one day one juz lho. Saya hanya mengingatkan kalau ; salah adalah… Saat anda begitu rajin beribadah yang berbentuk individu tap meremehkan beribadah yang berbentuk sosial.

Saya tak anti lihat orang beribadah yang bersifat individu. Saya jadi salut. Saya cuma ingin umat Islam di Indonesia ingin belajar dari orang-orang sholeh, seumpama almarhum Gus Dur, mengenai langkahnya beribadah. Supaya tak sebagian salah, supaya bangsa ini bisa ditaburi barokahNya, serta supaya negara ini segera diselamatkanNya.

Gus Dur yaitu seseorang penghapal Al-Qur’an serta seorang yang rajin membaca Al-Qur’an. Bedanya beliau dengan kita-kita ini adalah… Beliau mampu satu hari membaca lima juz Qur’an, dengan ingatan, serta tak terasa bangga. Sedang kita demikian sebaliknya. Cuma optimal satu juz Qur’an, dengan membaca, serta terasa mengagumkan bangga.

Serta, almarhum terkadang melakukannya didalam mobil, sesudah melayani hajat banyak beberapa orang yang teraniaya…

Tak seperti kita, yang mengutamakan diri masuk kamar, membaca Al-Qur’an dengan tujuan pahala, malah di jam-jam produktif untuk menolong orang lain, lantas istirahat bila lelah. Tidur. Menanti adzan maghrib. Lantas berbuka puasa. Lantas makin terasa “jadi orang sholeh” saat dapat pergi sholat tarawih.

Sebab Gus Dur adalah… “Pokoknya kalian, kalian, serta kalian, bila saya gampanglah… Gitu saja kok ribet! ”

Jadi, lumrah bila beliau mampu berpikir waras, tidak keliru dalam melaksanakan ibadah ; baru ingin beibadah yang berbentuk individu sesudah lakukan beribadah yang berbentuk sosial.

Sekiranya bermanfaat tolong dibagikan artikel ini, semoga dicatat sebagai amal ibadah....Amin....!!!

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Subhanallah...!!!! Ternyata Ini Bedanya Ibadah Gus Dur dengan Ibadah Orang Awam seperti Kita yang Ternyata..

Comments
0 Comments

0 komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.