(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Janganlah jadikan saya istrimu, bila kelak dengan alasan bosan anda berpaling pada wanita lain.
Anda mesti tahu walau jemu mendengar nada dengkurmu, melihatmu begitu
nyenyak. Muka lelaki lain yang tampak begitu sempurnapun tidak
mengalihkan pandanganku dari muka lelahmu sesudah bekerja sepanjang
hari.

jadikan saya istrimu, bila kelak anda malas cuma untuk ganti popok anakmu saat dia terbangun tengah malam. Tengah sepanjang sembilan bln. saya mesti senantiasa membawanya di perutku, bikin tubuhku pegal serta tidak lagi dapat tidur sesukaku.
Janganlah jadikan saya istrimu, bila kelak kita tak dapat sharing baik sukai serta sedih serta anda lebih pilih rekan perempuanmu untuk bercerita. Anda mesti tahu meski begitu banyak rekan yang siap menampung curahan hatiku, padamu saya cuma ingin sharing. Serta saya bukan hanya rekan yang tidak dapat di ajak bercerita sebagai seorang sahabat.
Janganlah menjadikan saya istrimu, bila kelak dengan argumen telah tak ada kecocokan anda mengambil keputusan menjatuhkan talak padaku. Kamu paham.kamu mengerti benar, kita memang tidak sama serta bukanlah persamaan yang menyatukan kita namun prinsip bersama.
Janganlah jadikan saya istrimu, bila kelak anda pilih tamparan serta pukulan untuk memperingatkan kesalahanku. Sedang saya tak tuli serta masihlah dapat mendengar kata-katamu yang lembut namun berwibawa
Jangan pilih saya sebagai istrimu, bila kelak sesudah seharian bekerja anda tak selekasnya pulang serta pilih berjumpa sebagian rekanmu. Tengah sepanjang hari saya telah demikian capek dengan cucian serta setrikaan yang menumpuk serta saya tak pernah bahkan juga untuk menyisir rambutku.
Anak serta rumah tidak cuma kewajibanku, karena anda menikahiku bukanlah untuk jadi pembantu namun pendamping hidupmu. Apabila bisa pilih, saya bakal pilih mencari duit serta anda dirumah saja hingga anda bakal tahu bagaimana rasa-rasanya.
Janganlah tentukan saya sebagai istrimu, bila kelak anda seringkali di kantor serta bergelut dengan pekerjaanmu bahkan juga di hari minggu dari pada menyempatkan diri berbarengan keluarga. Saya memilihmu bukan lantaran saya tahu saya bakal hidup nyaman dengan semua sarana yang dapat anda persembahkan untukku.
Harta tak pernah lebih utama dari kebersamaan kita bangun keluarga lantaran kita tak hidup untuk hari ini saja.
Janganlah tentukan saya jadi istrimu, bila kelak anda malu membawaku ke pesta pernikahan beberapa rekanmu serta memperkenalkanku sebagai istrimu. Walau saya bangga lantaran anda memilihku namun takkan kubiarkan kata-katamu menyakitiku.
Bagiku pasangan bukanlah satu trofi terlebih pajangan, tidak cuma seorang yang enak dilihat mata. Namun menyejukkan batin saat dunia tidak lagi ramah menegur. Rupa yaitu anugerah yang bakal sirna terkikis saat, serta ketika itu anda bakal tahu bila fikiran dangkal sudah menjerumuskanmu.
Janganlah tentukan saya jadi istrimu, bila kelak anda memikirkan bakal mencari pengganti saat badanku tidak selangsing saat ini. Anda pastinya tahu
bila anda juga turut andil besar dengan melarnya badanku. Lantaran saya tak akan miliki saat untuk diriku, tengah anda senantiasa meluangkan diri saat

jadikan saya istrimu, bila kelak anda malas cuma untuk ganti popok anakmu saat dia terbangun tengah malam. Tengah sepanjang sembilan bln. saya mesti senantiasa membawanya di perutku, bikin tubuhku pegal serta tidak lagi dapat tidur sesukaku.
Janganlah jadikan saya istrimu, bila kelak kita tak dapat sharing baik sukai serta sedih serta anda lebih pilih rekan perempuanmu untuk bercerita. Anda mesti tahu meski begitu banyak rekan yang siap menampung curahan hatiku, padamu saya cuma ingin sharing. Serta saya bukan hanya rekan yang tidak dapat di ajak bercerita sebagai seorang sahabat.
Janganlah menjadikan saya istrimu, bila kelak dengan argumen telah tak ada kecocokan anda mengambil keputusan menjatuhkan talak padaku. Kamu paham.kamu mengerti benar, kita memang tidak sama serta bukanlah persamaan yang menyatukan kita namun prinsip bersama.
Janganlah jadikan saya istrimu, bila kelak anda pilih tamparan serta pukulan untuk memperingatkan kesalahanku. Sedang saya tak tuli serta masihlah dapat mendengar kata-katamu yang lembut namun berwibawa
Jangan pilih saya sebagai istrimu, bila kelak sesudah seharian bekerja anda tak selekasnya pulang serta pilih berjumpa sebagian rekanmu. Tengah sepanjang hari saya telah demikian capek dengan cucian serta setrikaan yang menumpuk serta saya tak pernah bahkan juga untuk menyisir rambutku.
Anak serta rumah tidak cuma kewajibanku, karena anda menikahiku bukanlah untuk jadi pembantu namun pendamping hidupmu. Apabila bisa pilih, saya bakal pilih mencari duit serta anda dirumah saja hingga anda bakal tahu bagaimana rasa-rasanya.
Janganlah tentukan saya sebagai istrimu, bila kelak anda seringkali di kantor serta bergelut dengan pekerjaanmu bahkan juga di hari minggu dari pada menyempatkan diri berbarengan keluarga. Saya memilihmu bukan lantaran saya tahu saya bakal hidup nyaman dengan semua sarana yang dapat anda persembahkan untukku.
Harta tak pernah lebih utama dari kebersamaan kita bangun keluarga lantaran kita tak hidup untuk hari ini saja.
Janganlah tentukan saya jadi istrimu, bila kelak anda malu membawaku ke pesta pernikahan beberapa rekanmu serta memperkenalkanku sebagai istrimu. Walau saya bangga lantaran anda memilihku namun takkan kubiarkan kata-katamu menyakitiku.
Bagiku pasangan bukanlah satu trofi terlebih pajangan, tidak cuma seorang yang enak dilihat mata. Namun menyejukkan batin saat dunia tidak lagi ramah menegur. Rupa yaitu anugerah yang bakal sirna terkikis saat, serta ketika itu anda bakal tahu bila fikiran dangkal sudah menjerumuskanmu.
Janganlah tentukan saya jadi istrimu, bila kelak anda memikirkan bakal mencari pengganti saat badanku tidak selangsing saat ini. Anda pastinya tahu
bila anda juga turut andil besar dengan melarnya badanku. Lantaran saya tak akan miliki saat untuk diriku, tengah anda senantiasa meluangkan diri saat
beberapa rekanmu mengajakmu berpetualang.
Janganlah cepat-cepat menjadikanku istrimu, bila sekarang ini anda masihlah belum dapat terima kekurangan serta keunggulanku. Tengah seiring berjalannya waktu, kekurangan bukanlah makin tidak tebal namun lebih riil dihadapanmu serta keunggulanku mungkin saja bakal mengikis keyakinan dirimu.
Anda mesti tahu perut buncitmu tidak sedikitpun kurangi rasa cintaku, serta prestasimu membuatku bangga bukanlah malah terluka.
Janganlah cepat-cepat menjadikanku istrimu, bila sekarang ini anda masihlah menginginkan bersenang-senang dengan beberapa rekanmu serta berasumsi saya bakal melarangmu berjumpa mereka sesudah kita menikah.
Anda mesti tahu akupun masihlah menginginkan menggunakan saat berbarengan beberapa rekanku, untuk sebatas bercakap atau creambath di salon. Serta tidak menginginkan apa yang dimaksud “kewajiban” membuatku terisolasi dari pergaulan, saat saya makin disibukkan dengan masalah rumah tangga.
Menikah bukanlah untuk meniadakan jati diri kita sebagai individu, namun kita ketahui kita mesti senantiasa menghormati hak semasing tanpa ada melupakan keharusan.
Janganlah cepat-cepat menikahiku, bila sekarang ini anda sungkan pada orang tuaku serta terasa tak nyaman lantaran saat makin tunjukkan kekuasaannya. Bagiku hidup kian lebih angka yang kita sebut usia, saya tidak mau menikah cuma lantaran keharusan atau untuk mengasyikkan keluargaku.
Menikah denganmu yaitu satu diantara ketentuan paling besar di hidupku yang tidak mau kusesali cuma lantaran tergesa-gesa.
Janganlah cepat-cepat menikahiku, bila hingga sekarang ini anda masihlah memikirkan membersihkan yaitu pekerjaan wanita. Saya tidak bakal keberatan membenarkan genting tempat tinggal, serta beralih jadi satpam membuat perlindungan anak-anak serta hartamu saat anda keluar kota.
Hapus saya dari daftar calon istrimu, bila sekarang ini anda memikirkan memiliki kian lebih satu istri tak menyalahi ajaran agama. Agama memanglah tak melarangnya, namun saya melarangmu menikahiku bila nyatanya anda cuma ikuti egomu sebagai lelaki yang tidak dapat hidup dengan satu wanita saja.
Hapus saya dari daftar calon istrimu, bila sekarang ini masihlah ada wanita yang menarik hatimu serta rasa penasaran membuat kamu malas mengenalkanku pada beberapa rekanmu. Anda mesti tahu walau cintamu telah kuperjuangkan, saya akan tidak sangsi untuk meninggalkanmu.
Hapus saya dari daftar calon istrimu, bila sekarang ini anda memikirkan menikahiku bakal menyempurnakan separuh akidahmu tengah anda malas menimba pengetahuan karenanya. Ilmuku tidak banyak karenanya serta saya menginginkan anda jadi imamku, seseorang pemimpin yang tahu kemana membawa pengikutnya.
Janganlah menjadikan saya sebagai istrimu, bila anda memikirkan dapat menduakan cinta. Anda mungkin saja tidak tahu seberapa besar saya mengagungkan satu cinta, namun saya juga akan tidak menyakiti diriku sendiri bila cinta yang kupilih nyatanya mengkhianatiku.
Janganlah menjadikan saya sebagai istrimu, bila anda memikirkan saya mencari kesempurnaan. Saya bukanlah gadis naif yang menanti sang pangeran datang serta membawaku ke istana.
Mimpi seperti itu sangat menyesatkan, lantaran prima akan tidak pernah ada pada kamus manusia serta saya bukanlah lagi seseorang gadis yang gampang kagum.
Jangan sampai memikirkan menjadikanku sebagai istrimu, bila anda belum tahu satu saja argumen mengapa saya mesti menerimamu sebagai suamiku. Penulis : Rina Tri Lestari
Sumber : http :// www. sebarkanlah. com
Sekiranya bermanfaat tolong dibagikan artikel ini, semoga dicatat sebagai amal ibadah....Amin....!!!
Janganlah cepat-cepat menjadikanku istrimu, bila sekarang ini anda masihlah belum dapat terima kekurangan serta keunggulanku. Tengah seiring berjalannya waktu, kekurangan bukanlah makin tidak tebal namun lebih riil dihadapanmu serta keunggulanku mungkin saja bakal mengikis keyakinan dirimu.
Anda mesti tahu perut buncitmu tidak sedikitpun kurangi rasa cintaku, serta prestasimu membuatku bangga bukanlah malah terluka.
Janganlah cepat-cepat menjadikanku istrimu, bila sekarang ini anda masihlah menginginkan bersenang-senang dengan beberapa rekanmu serta berasumsi saya bakal melarangmu berjumpa mereka sesudah kita menikah.
Anda mesti tahu akupun masihlah menginginkan menggunakan saat berbarengan beberapa rekanku, untuk sebatas bercakap atau creambath di salon. Serta tidak menginginkan apa yang dimaksud “kewajiban” membuatku terisolasi dari pergaulan, saat saya makin disibukkan dengan masalah rumah tangga.
Menikah bukanlah untuk meniadakan jati diri kita sebagai individu, namun kita ketahui kita mesti senantiasa menghormati hak semasing tanpa ada melupakan keharusan.
Janganlah cepat-cepat menikahiku, bila sekarang ini anda sungkan pada orang tuaku serta terasa tak nyaman lantaran saat makin tunjukkan kekuasaannya. Bagiku hidup kian lebih angka yang kita sebut usia, saya tidak mau menikah cuma lantaran keharusan atau untuk mengasyikkan keluargaku.
Menikah denganmu yaitu satu diantara ketentuan paling besar di hidupku yang tidak mau kusesali cuma lantaran tergesa-gesa.
Janganlah cepat-cepat menikahiku, bila hingga sekarang ini anda masihlah memikirkan membersihkan yaitu pekerjaan wanita. Saya tidak bakal keberatan membenarkan genting tempat tinggal, serta beralih jadi satpam membuat perlindungan anak-anak serta hartamu saat anda keluar kota.
Hapus saya dari daftar calon istrimu, bila sekarang ini anda memikirkan memiliki kian lebih satu istri tak menyalahi ajaran agama. Agama memanglah tak melarangnya, namun saya melarangmu menikahiku bila nyatanya anda cuma ikuti egomu sebagai lelaki yang tidak dapat hidup dengan satu wanita saja.
Hapus saya dari daftar calon istrimu, bila sekarang ini masihlah ada wanita yang menarik hatimu serta rasa penasaran membuat kamu malas mengenalkanku pada beberapa rekanmu. Anda mesti tahu walau cintamu telah kuperjuangkan, saya akan tidak sangsi untuk meninggalkanmu.
Hapus saya dari daftar calon istrimu, bila sekarang ini anda memikirkan menikahiku bakal menyempurnakan separuh akidahmu tengah anda malas menimba pengetahuan karenanya. Ilmuku tidak banyak karenanya serta saya menginginkan anda jadi imamku, seseorang pemimpin yang tahu kemana membawa pengikutnya.
Janganlah menjadikan saya sebagai istrimu, bila anda memikirkan dapat menduakan cinta. Anda mungkin saja tidak tahu seberapa besar saya mengagungkan satu cinta, namun saya juga akan tidak menyakiti diriku sendiri bila cinta yang kupilih nyatanya mengkhianatiku.
Janganlah menjadikan saya sebagai istrimu, bila anda memikirkan saya mencari kesempurnaan. Saya bukanlah gadis naif yang menanti sang pangeran datang serta membawaku ke istana.
Mimpi seperti itu sangat menyesatkan, lantaran prima akan tidak pernah ada pada kamus manusia serta saya bukanlah lagi seseorang gadis yang gampang kagum.
Jangan sampai memikirkan menjadikanku sebagai istrimu, bila anda belum tahu satu saja argumen mengapa saya mesti menerimamu sebagai suamiku. Penulis : Rina Tri Lestari
Sumber : http :// www. sebarkanlah. com
Sekiranya bermanfaat tolong dibagikan artikel ini, semoga dicatat sebagai amal ibadah....Amin....!!!