(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Nabi
SAW, beliau bersabda : “Ada tujuh golongan yang akan dinaungi oleh
Allah dibawah naungan-Nya, pada hari yang tak ada naungan terkecuali
naungan-Nya, yaitu :

SILAHKAN SIMAK DAN JANGAN LUPA DI SHARE
Pemimpin yang adil, pemuda yang
tumbuh dengan ibadah pada Allah (teratur beribadah), seorang yang
hatinya bergantung pada Masjid (teratur meperbuat shalat berjamaah di
dalamnya), dua orang yang sama-sama mengasihi di jalan Allah, keduanya
berkumpul dan berpisah sebab Allah, seorang yang diajak wanita
berkedudukan dan cantik (untuk bezin4), tapi ia mengatakan :
“Aku takut terhadap Allah”, seorang
yang diberbagi sedekah lalu merahasiakannya sampai tangan kirinya tidak
tahu apa yang dikeluarkan tangan kanannya, dan seorang yang berdzikir
(mengingat) Allah dalam kesendirian, lalu meneteskan air mata dari kedua
matanya, ” (HR Bukhari).
DARI Nabi SAW, beliau bersabda : “Ada
tujuh golongan yang akan dinaungi oleh Allah dibawah naungan-Nya, pada
hari yang tidak ada naungan kecuali naungan-Nya, yaitu : Pemimpin yang
adil, pemuda yang tumbuh dengan ibadah pada Allah (rutin beribadah),
seseorang yang hatinya bergantung pada Masjid (rutin meperbuat shalat
berjamaah di dalamnya), dua orang yang saling mengasihi di jalan Allah,
keduanya berkumpul dan berpisah sebab Allah, seorang yang di ajak
perempuan berkedudukan dan cantik (untuk bezin4), tetapi ia mengatakan :
“Aku takut pada Allah”, seorang yang
diberbagi sedekah lalu merahasiakannya sampai tangan kirinya tidak tahu
apa yang dikeluarkan
tangan kanannya, dan seorang yang berdzikir (mengingat) Allah dalam kesendirian, lalu meneteskan air mata dari kedua matanya, ” (HR Bukhari).
Tujuh golongan yang akan mendapat perlindungan dari Allah yang pada hari itu tak ada perlindungan
kecuali hanya perlindungan Allah.
1. Imamun adil, pemimpin yang adil,
hakim yang adil. Subhanallah, terdepan, yang pertama mendapat
perlindungan Allah. Dan sungguh negeri Indonesia yang terkasih ini
sangat merindukan pemimpin yang adil, hakim yang adil.
2. Manusia yang aktif, gesit, dalam ibadah pada Allah SWT. Aktivitasnya mendekatkan dirinya pada Allah SWT.
3. Manusia, hamba Allah, yang hatinya
bahagia ada di dalam Masjid. Dirinya betah di masjid. Shalat
berjama’ah, ia bahagia, subuh-subuh ia menegakkan shalat berjamaah.
Allahu Akbar, pasti ini hamba Allah yang sangatlah beriman pada Allah.
4. Manusia yang bersedakah yang
tangan kanannya memberi tapi tangan kirinya tidak tahu. Subhanallah..
Apa ini? Orang yang ikhlash, tidak riya, tidak ujub.
5. Manusia yang saling mencintai sebab Allah, berjumpa sebab Allah, berpisah sebab Allah
.
6. Manusia yang dirayu, digoda, oleh
wanita cantik yang mempunyai kekayaan, lalu ia mengatakan : “Aku takut
pada Allah”. Keinginan maksiatnya ada, tapi rasa takutnya pada Allah
lebih hebat, jadi ia tidak ingin meperbuat kemaksiatan. Kami sangat
merindukan pemuda, yang mempunyai nilai keimanan yang menarik, jadi ia
sanggup menahan dari beberapa macam godaan.
7. Manusia, alias hamba Allah, alias
orang yang dalam ingatannya pada Allah, dalam ibadahnya, dalam doanya,
dalam dzikirnya, ia menangis. Allahu Akbar, menangis.. Dua tetesan yang
dibanggakan Allah di hari kiamat, pertama tetesan darah fii sabilillah,
kedua tetesan air mata sebab menangis, takut azab Allah, sebab merasa
bersalah atas
segala dosa yang ia perbuat pada Allah, sebab ia sangat mencintai Allah. (siraman)