(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Rasulullah
SAW telah banyak memberikan contoh hidup sesuai dengan syariat Islam.
Salah satu sunah Rasul adalah makan menggunakan sunah jari tangan dan
menjilati jari setelah makan.
Tentu bukan tanpa alasan Rasul
mencontohkan kebiasaan itu. Lalu apa sebenarnya rahasia di balik sunah
tersebut? Sunah ini ternyata memiliki banyak manfaat bagi kesehatan
manusia.
Mengapa Rasul makan dengan
menggunakan tiga jari? Menurut penjelasan Imam Al-Ghazali, aktivitas
makan ini dapat dinilai dari beberapa sudut, yaitu makan dengan
menggunakan satu jari dapat menjadikan seseorang terhindar dari sifat
marah.
Makan dengan dua jari dapat
menghindarkan seseorang dari sifat sombong. Makan dengan tiga jari dapat
menghindarkan seseorang dari sifat lupa.
Makan dengan tiga jari juga merupakan cara yang pas untuk mengukur porsi yang cocok bagi seseorang.
Makan menggunakan tangan jauh lebih
sehat jika dibandingkan dengan makan menggunakan sendok, karena dalam
tangan terdapat suatu enzim yaitu enzim Rnase yang dapat menekan
aktivitas bakteri pathogen. Tetapi tangan harus dalam keadaan bersih dan
higienis.
Enzim Rnase banyak dihasilkan oleh 3
jari tangan, yaitu ibu jari, telunjuk dan jari tengah. Apabila Anda
makan menggunakan 3 jari itu maka bakteri yang masuk dalam sistem
pencernaan akan diikat oleh enzim Rnase sehingga aktivitas bakteri
terhambat.
Tak hanya bakteri, tetapi juga
berbagai virus berbahaya seperti virus RNA. Jadi, agar sistem pencernaan
dan tubuh tetap sehat maka sebaiknya makan sesuai dengan sunah Rasul.
Menggunakan 3 jari dan menjilati jari-jari tersebut seusai makan.
Semoga Bermanfaat :) Silahkan Di Share!!
